Ada Surga di Asmat - Secercah Kisah Hidup dan Dinamika Pastoral

Buku ini lahir dari pengalaman nyata penulis ketika berkarya di Keuskupan Agats, Asmat. Kisah-kisah yang disajikan bukanlah laporan akademis atau refleksi teologis, melainkan catatan harian dan mingguan yang jujur, membumi, dan penuh kepekaan. Di dalamnya kita diajak masuk ke denyut kehidupan orang Asmat: pergulatan, sukacita, luka, harapan, dan iman yang tumbuh dalam kesederhanaan. Justru karena kesederhanaan itulah, kisah-kisah ini memiliki daya sentuh yang kuat dan kejujuran yang menyegarkan.

Secara umum, kata Asmat sering dimaknai sebagai “orang-orang yang hidup” atau “manusia sejati”. Makna ini bukan sekadar definisi etimologis, melainkan sebuah cara pandang tentang hidup. Orang Asmat memahami hidup sebagai keterhubungan yang utuh: dengan alam, dengan sungai dan hutan, dengan roh para leluhur, serta dengan komunitas. Dalam terang ini, Asmat bukanlah “daerah misi” dalam arti sempit, melainkan ruang kehidupan yang bermartabat, tempat Injil berjumpa dengan budaya yang kaya dan iman yang tumbuh melalui relasi sehari-hari.