Menjadi seperti Putera Manusia, Tiga Wajah Cozy Kristologi

Buku ini tidak sekadar menyajikan refleksi teologis, tetapi merupakan sebuah perjalanan iman sekaligus sharing pengalaman hidup penulis bersama Yesus yang dihayati secara personal dan mendalam. Dengan gaya yang mengalir antara refleksi Kitab Suci, pengalaman konkret, dan pembacaan tanda-tanda zaman, penulis memperlihatkan bahwa Kristologi bukanlah wilayah yang jauh dan abstrak, melainkan sesuatu yang dekat, menyentuh, dan relevan bagi kehidupan manusia masa kini.

Melalui tiga poros utama, Inkarnasi, Kerajaan Allah, dan Spiritualitas Salib, buku ini menuntun pembaca melihat wajah Kristus secara lebih utuh. Inkarnasi menampilkan Allah yang berani turun dan menjadi manusia; Kerajaan Allah menghadirkan visi kehidupan yang diperbarui dalam kasih dan keadilan; sementara Spiritualitas Salib mengungkapkan kekuatan kasih yang tetap setia bahkan dalam penderitaan. Ketiganya bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk dihidupi.

Yang menarik, buku ini tidak berhenti pada bahasa teologi klasik. Penulis dengan berani memasukkan refleksi atas dunia modern, teknologi, budaya, dinamika social, sebagai medan perjumpaan baru dengan Kristus. Dengan demikian, iman tidak dipisahkan dari realitas nyata, tetapi justru menemukan kedalamannya di dalamnya.

Buku ini adalah sebuah panggilan dan ajakan untuk “menjadi seperti Putera Manusia,” yakni menjadi manusia yang utuh: yang hidup bagi sesama, berani mengasihi, terbuka pada misteri Allah, dan mampu mentransformasikan dunia di sekitarnya. Iman, dalam terang buku ini, adalah gerak keluar dari diri menuju sesame, sebuah perjalanan menjadi semakin manusiawi sekaligus semakin ilahi.